Ya, Katulampa adalah bagian dari sistem peringatan dini untuk bencana banjir di kota Jakarta. Sistem peringatan dini, tidak lebih. Jadi tidak benar bahwa Katulampa memiliki fungsi menahan terjangan air dari hulu agar hilir tidak banjir, Katulampa akan melewatkan seberapapun besar air yang mengalir.
Bendung Katulampa ini mulai dioperasikan pada tahun 1911, akan tetapi, pembangunannya sudah dimulai sejak 1889. Ide membangun bendung ini muncul setelah banjir besar melanda Jakarta di tahun 1872. Banjir besar tersebut dikabarkan membuat daerah elit Harmoni ikut terendam air luapan Ciliwung.
Ketika air banjir melewati Katulampa, maka peringatan dikirim ke Jakarta, dan karena saluran air telah diukur sebelumnya maka waktu tiba air di tiap-tiap titik yang telah ditentukan bisa diperkirakan. Begitu air lewat maka dalam 3 - 4 jam akan sampai di Pintu Air Depok (Kampung Lio) dan dari Depok membutuhkan sekitar 5 - 6 jam untuk sampai ke Pintu Air Manggarai. Sehingga dengan peringatan dari Katulampa, Jakarta memiliki waktu minimum 8 jam untuk mempersiapkan diri.
Bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa jika Bendung Katulampa jebol maka Jakarta akan dilanda banjir luarbiasa besar. Sebenarnya dengan atau tanpa Bendung Katulampa tidak mempengaruhi intensitas banjir Jakarta, yang terjadi adalah ada atau tidaknya peringatan dini bagi Jakarta. Tanpa Katulampa maka Jakarta akan selalu terkejut dengan banjir yang tiba-tiba datang tapi Katulampa tidak bisa memperbesar ataupun memperkecil intensitas banjir.
REF : Wartakota Live - Mengenal dan Menghadapi Banjir (4)
Bendung Katulampa ini mulai dioperasikan pada tahun 1911, akan tetapi, pembangunannya sudah dimulai sejak 1889. Ide membangun bendung ini muncul setelah banjir besar melanda Jakarta di tahun 1872. Banjir besar tersebut dikabarkan membuat daerah elit Harmoni ikut terendam air luapan Ciliwung.
Ketika air banjir melewati Katulampa, maka peringatan dikirim ke Jakarta, dan karena saluran air telah diukur sebelumnya maka waktu tiba air di tiap-tiap titik yang telah ditentukan bisa diperkirakan. Begitu air lewat maka dalam 3 - 4 jam akan sampai di Pintu Air Depok (Kampung Lio) dan dari Depok membutuhkan sekitar 5 - 6 jam untuk sampai ke Pintu Air Manggarai. Sehingga dengan peringatan dari Katulampa, Jakarta memiliki waktu minimum 8 jam untuk mempersiapkan diri.
Bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa jika Bendung Katulampa jebol maka Jakarta akan dilanda banjir luarbiasa besar. Sebenarnya dengan atau tanpa Bendung Katulampa tidak mempengaruhi intensitas banjir Jakarta, yang terjadi adalah ada atau tidaknya peringatan dini bagi Jakarta. Tanpa Katulampa maka Jakarta akan selalu terkejut dengan banjir yang tiba-tiba datang tapi Katulampa tidak bisa memperbesar ataupun memperkecil intensitas banjir.
REF : Wartakota Live - Mengenal dan Menghadapi Banjir (4)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar