Sabtu, 19 Januari 2013

Kiamat 2012, Nibiru (1)

Sekarang tahun 2013, ada baiknya kita mengangkat lagi kisah heboh ini untuk menjadi pelajaran bahwa sesuai dengan ajaran agama Islam, kiamat adalah rahasia Tuhan, sebagaimana kematian seseorang, tidak ada yang mengetahuinya kapan terjadinya. Hanya sebagaimana kematian seseorang, tanda-tandanya bisa kita lihat tapi kita tidak bisa memastikan bahwa seseorang yang sudah memiliki tanda-tanda tersebut pasti akan mati pada waktu tertentu.

Mari kita mulai dengan cerita Cerita ini dimulai dengan klaim Zecharia Sitchin dalam novel-novelnya mengenai peradaban kuno Mesopotamia, bahwa Nibiru adalah planet yang ditemukan oleh bangsa Sumeria, yang sedang dalam perjalanan menghampiri bumi. Dalam salah satu bukunya, Twelfth Planet (Planet ke-12) yang diterbitkan tahun 1976, dia mengidentifikasikan Nibiru sebagai planet yang mengorbit matahari yang akan menghampiri bumi setiap 3600 tahun. Dongeng bangsa Sumeria ini juga berisi kisah tentang astronot purbakala yang berkunjung ke bumi yang berasal dari bangsa angkasa luar yang disebut Anunnaki.



Kehebohan ini ditambah lagi dengan seorang Nancy Lieder, yang mengaku memiliki kekuatan gaib, yang menulis di website-nya Zetatalk bahwa penghuni sebuah planet di dekat bintang Zeta Reticuli memperingatkan dia bahwa bumi terancam bahaya besar dari Planet X atau Nibiru. Bencana besar ini semula diramalkan terjadi pada bulan Mei 2003, tetapi ketika tidak terjadi, ramalan itu bergeser menjadi Desember 2012.

Belum lama ini, ramalan tersebut dikaitkan pula berakhirnya kalender hitungan-panjang bangsa Maya, yang terjadi pada puncak musim dingin tahun 2012, sehingga ramalan bencana besar itu ditetapkan akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012.

Nibiru
Mengenai persiapan menghadapi ancaman Nibiru (jika benar ada) kita bisa mempercayai teknologi untuk mengamati angkasa luar yang telah sedemikian maju dan badan-badan antariksa di dunia seperti NASA, ESA dari Uni Eropa, FKA dari Rusia dll ataupun LAPAN dari negeri sendiri telah memiliki peralatan pengamatan yang sangat canggih.

Teleskop yang bertebaran di berbagai penjuru bumi bukan hanya melakukan pengamatan optik (gelombang cahaya tampak) tetapi juga melakukan pengamatan dalam gelombang radio dan gelombang cahaya inframerah (infrared). Selain itu, ESA memiliki sebuah teleskop yang tidak ada duanya, yaitu Hubble, sebuah teleskop optik besar yang mengorbit bumi di luar angkasa bagaikan sebuah satelit. Lokasi teleskop di luar angkasa ini berdampak pada kejernihan pengamatannya yang luarbiasa karena tidak terganggu oleh atmosfir bumi dan cahaya buatan manusia di permukaan bumi. Selain itu ada dua wahana angkasa, Voyager 1 dan Voyager 2 yang sudah meninggalkan tatasurya, yang sanggup melakukan pengamatan bahkan dari perspektif di luar tatasurya.

Laporan Mingguan posisi Voyager ada di link berikut:  Voyager Mission Operations Status Report

Dan berikut ini adalah sebuah presentasi lengkap NASA mengenai misi Voyager.


Menurut publikasi laporan terakhir (17 Desember 2012), Voyager 1 telah mencapai jarak 18,4 milyar Km dari Bumi dan Voyager 2 telah mencapai jarak 15,1 milyar Km dari Bumi.

Jadi jika ada benda langit yang merupakan anggota tatasurya kita (disebutkan dalam bagian awal tulisan bahwa Nibiru mengorbit matahari dengan siklus orbit 3600 tahun) kemudian benda tersebut tidak terlacak selama ini adalah sangat menggelikan.

Beberapa kali hasil pengamatan dari instrumen yang dioperasikan NASA dipublikasikan, salah satunya adalah publikasi dari hasil pengamatan IRAS (Infrared Astronomy Satellite) selama 10 bulan di tahun 1983 yang menghasilkan katalog yang berisi 350.000 sumber-sumber pancaran inframerah. Publikasi di Astronomical Journal Letters yang berjudul “Unidentified Point Sources in the IRAS Minisurvey” yang memunculkan banyak spekulasi di kalangan awam, walaupun d tahun 1987 sebagian besar dari sumber-sumber tak dikenal itu ternyata adalah galaksi-galaksi yang sangat jauh.

Bagaimana dengan Planet X yang beberapa kali disebutkan dalam laporan-laporan NASA? Sebagaimana keterangan di website NASA, bahwa setiap planet yang baru diduga keberadaannya, yang sedang dalam pengamatan termasuk membuktikan secara pasti keberadaanya dan statusnya sebagai planet, maka obyek tersebut planet X.  Setelah obyek itu dipastikan sebuah planet maka akan diberi nama resmi, contohnya Pluto dan Eris (sebuah planet di tatasurya lain).  Bagaimana dengan Eris? tidak usah khawatir, Eris jauh lebih kecil dari bulan dan jaraknya tidak pernah lebih dekat dari 6,4 milyar Km.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar